Rabu, 15 Oktober 2014

BU,AKU TAKUT PADA BADUT ITU !


   “Apakah kau sudah siap untuk menjual polesan luar biasa pada omong kosong abstrakmu ??” Tanya seorang badut polos badut bertitle panjang sebelum memasuki ruangan pesta ….
   “Jelas, argumentku akan menjadi yang terlucu dan terlicik untuk mengelabuhi anak-anak kecil nantinya” Jawabnya dengan tegas.
   
  Para badut-badut pun memasuki ruangan dan duduk pada kursi yang sudah disiapkan dengan kepalsuan . Ruanganpun penuh dengan kebisingan , suara ribut .
    Pengukur suhu ruangan mencapai mines 0’C , dikipas oleh anak-anak kecil polo , lugu dan tak tahu apa-apa . Pesta pun dimulai , acungan tangan dan tarian bibir mulai meramaikan ruangan . Satu badut bernama Lucky mendapatkan kesempatan pertama untuk berbicara .

“Siapa saja diruangan ini yang sudah membuat anak-anak diluar sana tersenyum?”. -tanya Lucky.
   
“Pertayaan apa itu?”

“Tidak ada, itu tugas sebenarnya yang membosankan bukan”.(Suara-suara kecil samar diruangan itu).

    Tak ada satupun yang menjawab pertanyaan itu . Hanya suara suara samar berbisik . Hasrat ingin menyanggah Lucky dari golongan badut palsu.
  
    Lucky pun mengirim pertanyaannya pada kertas putih polos, dilipat mejadi sebuah pesawat kertas di lemparkan keluar ruangan agar bisa membuat anak-anak kecil diluar ruangan tertawa, diluar ruangan banyak anak-anak yang selalu berharap ada pesawat lainnya setiap 5 tahun sekali.
 
 Selang beberapa menit, percakapan dua badut sedikit tersadap ...
  
“Aku mempunyai tugas utnuk menjadi badut di pesta ulang tahun seorang anak konglomerat negara ini”. -Ujar badut lainnya bernama Loko yang berbicara dengan badut yang ada di sampingnya.
  
“Kau jelas harus mengambil tugas itu , akan ada keuntungan besar disitu dengan menyaratkan pembayaran lebih dari biasanya untuk seorang badut dan ingat jangan cuma menerima apa adanya dari mereka!”. -Jawab badut disamping Loko.

Bukankah kita harus menerima berapapun jatah bayaran yang ditetapkan berdasarkan sumbangan anak-anak nantinya?”.- Tanya Loko lagi.

“Lantas kapan kau bisa memiliki baju badut mewah serta kosmetik make up mahal untuk menutupi keaslianmu sebagai pelayan anak-anak kecil dengan bayaran sepotong kue saja?”
Loko pun kembali memikirkan ucapan badut yang tadi di ajaknya bercakap .

   Itulah tadi sedikit cerita yang menggambarkan keadaan badut badut saat ini negara kita , banyak badut yang berkosmetik mahal dari hasil uang anak-anak kecil yang tidak menerima transparansi dari si badut . Banyak badut yang sudah melupakan tugas aslinya sebagai pelayan hasrat kebahagian anak-anak.

 Bukan badut seyogyanya dan seharusnya hanya membuat anak-anak tertawa saja ???????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages - Menu

Popular Posts

Blogger templates