“Apakah kau sudah siap untuk menjual polesan luar biasa pada omong
kosong abstrakmu ??” Tanya seorang badut polos badut bertitle panjang sebelum
memasuki ruangan pesta ….
“Jelas, argumentku akan menjadi yang terlucu dan terlicik untuk
mengelabuhi anak-anak kecil nantinya” Jawabnya dengan tegas.
Para badut-badut
pun memasuki ruangan dan duduk pada kursi yang sudah disiapkan dengan kepalsuan
. Ruanganpun penuh dengan kebisingan , suara ribut .
Pengukur suhu
ruangan mencapai mines 0’C , dikipas oleh anak-anak kecil polo , lugu dan tak
tahu apa-apa . Pesta pun dimulai , acungan tangan dan tarian bibir mulai
meramaikan ruangan . Satu badut bernama Lucky mendapatkan kesempatan pertama
untuk berbicara .
“Siapa saja diruangan ini yang sudah membuat anak-anak diluar sana
tersenyum?”. -tanya Lucky.
“Pertayaan apa itu?”
“Tidak ada, itu tugas sebenarnya yang membosankan bukan”.(Suara-suara kecil samar diruangan itu).
Tak ada satupun
yang menjawab pertanyaan itu . Hanya suara suara samar berbisik . Hasrat ingin
menyanggah Lucky dari golongan badut palsu.
Lucky pun mengirim pertanyaannya pada kertas
putih polos, dilipat mejadi sebuah pesawat kertas di lemparkan keluar ruangan
agar bisa membuat anak-anak kecil diluar ruangan tertawa, diluar ruangan
banyak anak-anak yang selalu berharap ada pesawat lainnya setiap 5 tahun
sekali.
Selang beberapa menit, percakapan dua badut sedikit tersadap ...
“Aku mempunyai tugas utnuk menjadi badut di pesta ulang tahun seorang
anak konglomerat negara ini”. -Ujar badut lainnya bernama Loko yang berbicara
dengan badut yang ada di sampingnya.
“Kau jelas harus mengambil tugas itu , akan ada keuntungan besar disitu
dengan menyaratkan pembayaran lebih dari biasanya untuk seorang badut dan ingat
jangan cuma menerima apa adanya dari mereka!”. -Jawab badut disamping Loko.
“Bukankah kita harus menerima berapapun jatah
bayaran yang ditetapkan berdasarkan sumbangan anak-anak nantinya?”.- Tanya Loko
lagi.
“Lantas kapan kau bisa memiliki baju badut
mewah serta kosmetik make up mahal untuk menutupi keaslianmu sebagai pelayan
anak-anak kecil dengan bayaran sepotong kue saja?”
Loko pun kembali memikirkan ucapan badut yang tadi di
ajaknya bercakap .
Bukan badut
seyogyanya dan seharusnya hanya membuat anak-anak tertawa saja ???????
Tidak ada komentar:
Posting Komentar