Senin, 24 November 2014

Gunung Semeru - Mahameru Summit 3676 M.dpl




Sebuah gunung yang menjadi daratan tertinggi di pulau jawa, yang ternyatak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur Indonesia. Puncaknya berada di ketinggian 3676 Meter dari atas permukaan laut dan menjadi sebuah salah harta alam Indonesia.
Perjalanan saya di mulai tanggal 21 November 2014, dari Kota Malang kami memulai perjalanan dengan mengendarai sepeda motor menuju Desa Ranu Pane dengan jarak yang di tempuh selama 3 jam melalui salah satu jalur menuju Desa itu yaitu Tumpang selain ada juga jalur melewati Pasuruan dan Tosari.

Setelah 3 jam berlalu melewati jalan yang di temani pemandangan sawah dan pepohonan di sebelah sisi jalan, saya pun tiba di Desa Ranu Pane, Desa ini menjadi start point para pendaki dan penikmat alam lainnya untuk memulai pendakian. Sebelum memulai pendakian kita di haruskan melakukan registrasi yang berguna untuk mendata identitas pendaki apabila nanti terjadi sesuatu kejadian yang menaruskan pertolongan dari pihak TN.BTS, setelah registrasi sayapun mulai beranjak dari Desa Ranu Pane pada jam 16.00 WIB , Poin pertama yaitu Lendengan Dowo yang berada 3 kilo meter dari Desa Ranu Pane, melewati jalur tanah dan batu sangat membuat saya tidak sabar akan puncak mahameru di atas sana.

Lendngan Dowo pun tak jauh dari mata saya sudah terlihat setelah berjalan selama 1 jam, sejenak meluruskan kaki dan meminum air mineral sambil menikmati pepohonan dan suara kicau burung di sekitar hutan TN.BTS, sayapun melanjutkan perjalanan menuju Point ke 2 yaitu Watu Rejeng yang berjarak 3 kilo meter dari Lendengan Dowo.

Terus berjalan dan melangkah kan kaki di awangi puncak yang sebelumnya hanya dapat saya hayati dengan gambar dan foto saja. Sekitar kurang lebih 1 jam 30 menit saya pun tiba di Watu Rejeng dan beristirahat karena sudah menujukkan waktu magrib . Lepas waktu magrib saya melanjutkan perjalanan dan menuju salah satu pemikat para wisatawan domestic maupun local yaitu Ranu Kumbolo, saya sudah membayangkan indahnya danau itu dan berjarak 4,5 Kilo meter. Terus melangkahkan kaki yang mulai lelah ini akhirnya setelah berjalan sekitar 2 jam dari Watu Rejeng akhirnya dari kejauhan terlihat jejeran tenda camp dan ramainya headlamp, benar sekali itu adalah Ranu Kumbolo, tempat dimana biasanya saya hanya melihatnya dari sebuah  film pendakian di gunung ini juga. Tibalah saya di Ranu Kumbolo 2400 M.dpl namun belum terlalu nampak karena waktu itu sudah menujukkan 20.30 WIB, sayapun langsung mendirikan camp dan beristirahat untuk melanjutkan perjalanan esok paginya.

Keesokan harinya saya membuka tenda dan luar biasa pemandangan yang di sajikan Ranu Kumbolo sangat indah matahari yang terbit di tengah bukit dan pantulan sinarnya terbias di sepanjang Danau Ranu Kumbolo menyempatkan memanjakan mata dan segelas kopi hangat seambil mengambil beberapa picture tempat ini lalu memasak makanan untuk pesediaan perut saya.

Setelah puas menikmati hangatnya Ranu Kumbolo, sayapun packing dan bersiap melanjutkan pendakian menuju point selanjutnya yaitu Cemoro kandang berjarak 2,5 Kilometer dari Ranu Kumbolo pukul 09.30  . Tapi sebelum itu kita melewati salah satu tanjakan yang juga terkenal di gunung ini yaitu Tanjakan Cinta, Tanjakan yang menurut cerita bisa mengabulkan siapa yang kita pikirkan tetapi ketika sudah mulai menanjaki tanjakan itu tak boleh menoleh ke belakang lagi, lepas dari tanjakan itu mata kita kembali di sodorkan luasnya hamparan Padang Savana dan Barisan bukit rapi nan indah. Sampailah saya di Cemoro Kandang setelah melewati Padang Savana. Point 
Selanjutnya yaitu Jambangan yang berjarak 3 Kilometer dari Cemoro Kandang, Jalurnya mulai menanjak disini dan cukup menguras tenaga saya dikarenakan situasi hutan di kiri kanan yang jalur yang sudah terbakar waktu pada saat itu menunjukkan puku l 11.00 siang jadi lumayan panas. Namun dengan semangat akhirnya tibalah di Jambangan pada pukul 02.00, berisitrahat di bawah pohon karena udara Jambangan yang cukup panas waktu dan berada di ketinggian 2600 M.dpl. Sekitar 30 menit beristirahat perjalan kembali saya lanjutkan menuju point terakhir sebelum menuju punjak yaitu Kalimati berjarak 2 Kilometer dari tempat ini. Jalurnya menurun jadi cukup waktu 1 jam saja untuk tiba di Kalimati, saya tiba di Kalimati pada jam 15.00 dan langsung membangun campuntuk beristirahat menyiapkan fisik untuk klimaks dari pendakian ini.

Bangun pada pukul 17.00, keluar dari dalam tenda di sambut udara dingin Kalimati, dari sini kita dapat memandang kokohnya puncak Mahameru yang di tutupi pasir dan bebatuan dari bawah sambil menyantap makanan dan juga kopi di sore hari Kalimati setelah mengambil air di satu-satunya sumber air terakhir yang bernama Sumber Mani . Pukul 19.00 memulai packing peralatan menuju summit, saya mencari pendaki lain untuk bergabung bersama kelompoknya menuju summit maklum saya baru pertama mendaki gunung ini. Sayapun mendapat seseorang yang memperbolehkan saya ikut dan rencana memulai jalan ke Puncak Mahameru pada pukul 22.00.
Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00, saya pun di ajak berkumpul dengan pendaki lain untuk memulai pendakian, saat itu saya bersama 15 orang pendaki lainnya yang berasal dari berbagai macam daerah. Dengan meninggalkan barang-barang di Kalimati sayapun dan kawan-kawan yang lain memulai perjalan menuju summit setelah berjalan selama 2 jam kami sampai di tempat yang dinamakan Kelik, tempat dimana awal dari jalur berpasir dan medan yang mulai memiliki kemiringan sekitar 65 derajat, udara yang sangat menusuk membuat langkah untuk tidak berhenti dan waktu menunjukkan  12.00.

Pada awal-awal pendakian menuju summit lumayan menguntungkan kami karena pasir yang memadat di karenakan habis di guyur hujan sebelumnya, sudah berlalu 2 jam 30 menit kami telah tiba di seperdua puncak Mahameru, disitu saya ingin menyerah karena luar biasa jalur yang sudah tidak padat lagi, hembusan angin kencang, dan nafas yang mulai terbatas. Sangat dingin sangat dingin suhu mencapai min 0 derajat saat itu, namun ketika fisik saya sudah tidak mendorong saya ke puncak hanyalah bermodalkan mental dan dorongon saling menyemangati dari kawan-kawan pendaki lain, berjalan langkah demi langkah, 4 jam berlalu waktu menunjukkan 04.00 pagi, matahari sudah memancarkan sinar-sinar kecilnya yang masih bersembunyi di belakang awan dan tepat berada di sebelah kiri saya. Jalur pasir yang sangat empuk akhirnya mulai keliatan setelah terlihat gelap sebelum dan hanya meraba tanah saja. Semangat yang timbul membuat hasrat ingin menyentuh puncak seakan-seakan mendorong namun fisik tak dapat berbohong, lutut yang mulai ngilu dan nafas yang sedikit terengah-engah, saya terus berjalan selangkah demi langkah.


23 November 2014 pukul  05.00 pagi saya mencapai puncak Mahameru, puncak tertinggi pulau Jawa. Perasaan bahagia,sedih, dan terharu semuana terlampiaskan di puncak Mahameru. Sangat luar biasa, sangat indah ,sangat cantik ciptaan tuhan untuk Indonesia. Saya mencium Bendera Merah Putih di ketinggian 3676 M.dpl sangat membuat saya bangga lahir batin sembari sujud di atas sana. Ingin rasanya bertetiak sekencang-kencangnya “Hey saya berada di puncak Mahameru, saya menaklukkanya !!!!!!!!”  Terima Kasih tuhan, terima kasih teman, terima kasih Mahameru, terima kasih Indonesia ….. GARUDA !


 Puncak Mahameru





Pagi hari Ranu Kumbolo













Wisatawan domestik


Jambangan 2600 M.dpl






Pemandangan Puncak Mahameru dari Kalimati








Puncak Mahameru 3676 M.dpl






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages - Menu

Popular Posts

Blogger templates